40 1

Pelatihan Copywriting Membantu Kita Menjadi Penjual yang Handal

Sebenarnya tak ada persyaratan khusus yang ditetapkan untuk menjadi seorang copywriter handal. Kita bisa berkarir di bidang tersebut tanpa harus memikirkan gelar di belakang nama kita.

Jadi, jika saat ini kamu tengah mengincar sebuah pelatihan copywriting, maka jangan sungkan untuk mengikutinya.

Dalam pelatihan tersebut, nanti kamu akan dilatih bagaimana cara menulis artikel atau surat penawaran dengan EYD yang benar, tata bahasa yang menarik, serta dapat menghipnotis para pembaca agar mereka mau membeli produk kita.

Sekalipun beberapa perusahaan memang akan mempertanyakan gelar kita, namun copywriting untungnya bisa dijalankan secara mandiri di rumah. Orderannya sendiri sangat banyak dan tak seimbang dengan sumber daya manusia yang ada, sehingga lahan dan persaingannya masih begitu kecil.

Adapun salah satu contoh dan pelajaran yang bisa kamu dapatkan jika mendatangi pelatihan copywriting di tempat tertentu adalah sebagai berikut:

  1. Apa itu copywriting? Menjelaskan tentang copywriting terlebih dahulu sebagai pemanasan.
  2. Perbedaan antara konten menjual dan konten informasi.
  3. Formula AIDA (salah satu formula terbaik).
  4. Diajarkan cara menulis dengan tekhnik story telling.
  5. Mendapatkan tekhnik menulis yang menarik bagi calon pelanggan kita.
  6. Mengenal fitur dan manfaat
  7. Diberi referensi dan contoh copywriting yang telah sukses menghasilkan konversi dan penjualan.

Kita bahas salah satunya, yaitu AIDA.

Sudah dipastikan bahwa tekhnik ini merupakan jenis yang paling powerful dan sangat populer di Indonesia.

AIDA sendiri memiliki kepanjangan Attention, Interest, Desire, dan Action.

Dalam sebuah copywriting, kita harus menyusun keempat unsur tersebut dan tak boleh ngacak.

Pertama Attention, kita akan diajarkan cara membuat sebuah kalimat awalan yang dapat menarik perhatian para pembaca agar secara sadar atau tak sadar mau membaca lebih lanjut.

Interest, kita akan diajarkan untuk menarik sisi rasa ketertarikan mereka terhadap produk kita. Desire, munculnya sebuah kebutuhan setelah ketertarikan.

Action, dimana sang calon konsumen melakukan aksi yang kita inginkan dengan mengakses call to action, sehingga terjadilah suatu penjualan di sini.

Related Posts