gambar unggulan

Cara Budidaya Ikan Patin, Ternyata Tidak Sulit Kok

Cara budidaya ikan patin yang benar penting untuk keberhasilan usaha ternak. Bagi sebagian orang, teknik usaha ini mungkin sulit meski sebenarnya cukup mudah.

Ikan patin mirip dengan ikan lele karena mempunyai kumis dan juga mempunyai tekstur daging yang lembut. Ikan patin adalah ikan yang hidup di air tawar.

Ikan patin mempunyai harga yang memunyai gizi tinggi namun harganya cukup terjangkau untuk semua kalangan.

cara budidaya ikan patin

Karena hal tersebut ikan patin disukai oleh masyarakat. Karena kandungan ikan patin yang tinggi, ikan patin sampai dikampanyekan oleh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Cara Budidaya Ikan Patin

Berternak ikan patin sendiri sangat mudah dilakukan. Berikut cara budidaya ikan patin untuk usaha rumahan yang bisa Anda lakukan.

1.Persiapan Kolam Budidaya

Ikan patin dapat dibudidayakan di kolam terpal, jaring apung, keramba, atau kolam semen. Kolam nantinya harus diperhatikan kondisinya. Pastikan air dalam kondisi yang baik dari sisi keasaman (pH), suhu, kualitas air, saluran, dan lainnya.

Kolam sangat memengaruhi keberlangsungan kehidupan ikan patin. Oleh sebab itu kolam harus dalam kondisi layak. Jika tidak maka hama dan penyakit akan datang dan justru dapat membunuh ikan patin nantinya.

2.Memilih Bibit Ikan Patin yang Unggul

Memilih bibit ikan patin sangat memengaruhi keberhasilan cara budidaya ikan patin. Saat membeli benih dari pendederan yang jual bibit ikan jangan sampai salah karena justru hasilnya tidak akan optimal. Bibit yang unggul akan lebih tahan terhadap penyakit dan menghasilkan ikan yang sangat bagus kualitasnya.

Bibit ikan patin yang unggul mempunyai ciri-ciri memiliki ukuran kepala dan badan yang seimbang, memiliki gerakan yang lincah, memiliki warna tubuh yang cerah, dan berasal dari indukan yang berkualitas.

3.Pemeliharaan Ikan Patin dan Pemanenan

Pemeliharaan ikan patin dilakukan dengan memberikan makan setiap hari dan senantiasa menguras air sebanyak 2 – 3 hari sekali dalam seminggu.

Perhatikan juga bagaimana kondisi ikan, apakah terjangkit penyakit dan hama atau tidak. Kenali sedari awal ikan patin yang sakit agar tidak menyebar ke ikan lainnya.

Panen dapat dilakukan setelah 5 – 6 bulan setelah pembenihan. Pemanenan pada cara budidaya ikan patin dilakukan dengan mengurangi air 1/3 air, tangkap menggunakan jaring, dan lakukan pada pagi ataupun sore hari.

Related Posts